Read Akar Berpilin: Sajak-sajak 2001-2007 by Gus tf Sakai Online

akar-berpilin-sajak-sajak-2001-2007

Kumpulan puisi dalam buku ini telah dimuat di berbagai media massa di Indonesia.Menurut Pamela Allen (pengajar dan peneliti bidang bahasa dan sastra dari Universitas Tasmania, Australia)puisi Gus tf selalu menyimpan sesuatu yang magis. Penyair mampu membawa pembaca ke tempat-tempat yang belum pernah dijejaki. Dari sana dunia selalu kelihatan berbeda. Hal-hal yang biasa sudKumpulan puisi dalam buku ini telah dimuat di berbagai media massa di Indonesia.Menurut Pamela Allen (pengajar dan peneliti bidang bahasa dan sastra dari Universitas Tasmania, Australia)puisi Gus tf selalu menyimpan sesuatu yang magis. Penyair mampu membawa pembaca ke tempat-tempat yang belum pernah dijejaki. Dari sana dunia selalu kelihatan berbeda. Hal-hal yang biasa sudah tidak biasa lagi; hal-hal yang aneh sudah menjadi biasa.Dalam antologi Akar Berpilin pada satu sisi seolah-olah pembaca ditranspor ke Ranah Minang, diliputi oleh simbol-simbol, ajaran dan falsafah Minangkabau, tetapi di sisi lain sajak-sajaknya terserap dengan semacam magic realism yang membiarkan imajinasi kita membubung, yang mengantar pembaca ke dunia lain.Gus tf adalah seorang pendongeng. Mau tak mau, pembacanya 'terjun, menjatuhkan diri, melayang lenyap, lesap' ke dalam puisi-puisinya....

Title : Akar Berpilin: Sajak-sajak 2001-2007
Author :
Rating :
ISBN : 9789792247114
Format Type : Paperback
Number of Pages : 70 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Akar Berpilin: Sajak-sajak 2001-2007 Reviews

  • Willy Akhdes
    2018-10-14 20:34

    Mata CangkulCangkullh aku.” Rindu jadi lebam, setiap kali pulangke curam Tubuhmu. Dalam dada pohon Cemara, hijau berayun desan napasku. Musim tanammu, Adam, “Cangkullah aku.”Tak tanah tak lumpur, tak gembur: ladangmu juga…………………..…………………..2005

  • heri
    2018-10-02 20:33

    'sepuluh dialog tubuh' istimewa.dan hampir semua bagus. meski tetap beberapa susah dipahami namun memang puisi hanya butuh dinikmati, tak selalu butuh dimengerti dan pahami.

  • Muhammad Rajab
    2018-10-02 20:27

    menurutku buku ini lebih bagus puisi-puisinya dibanding pada buku Daging Akar. pun ternyata buku ini masuk daftar panjang nominasi Khatulistiwa Literary Awards 2009. mulai menyukai karya Pak Gus.